Peluang usaha

Just another WordPress.com weblog

Menulis novel remaja jadi bisnis, Ok juga

Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini semakin maju, dari tangan tangan kreatif dan ide-ide yang inovatif maka semakin bermunculanlah bisnis baru yang berkembang dan di akui dalam dunia bisnis. Saat ini untuk memulai suatu bisnis tidaklah sesulit seperti dulu yang memiliki banyak kendala dan problem dalam bisnis yang akan di kembangkan, seperti sulit dana, pemasaran, dan promosi,namun sekarang ini hal tersebut bukanlah menjadi suatu masalah besar, jika kita ingin mengembangkan bisnis namun dana kita terbatas kita dapat meminjam di bank atau menawarkan insvestor untuk bekerja sama dengan kita, untuk masalah pemasaran saat ini kita dapat memasarkan produk kita lewat media yang saat ini sedang booming dan menjadi media yang paling efektif untuk pemasaran dan promosi untuk segala macam bisnis.

Salah satu bisnis yaitu novel remaja yang saat ini sedang berkembang ternyata menyimpan peluang bisnis yang begitu besar. Indikasinya, bermunculannya penulis muda serta ketertarikan penerbit besar dan kecil pada novel remaja ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karena penulis muda memiliki karya tulis imajinasi yang bagus dan banyak peminat atau pemburu novel yang ingin memilikinya, dan secara tidak langsung penulis muda tersebut telah membuka usaha dan memiliki keuntungan bagi dirinya sendiri.

Remaja membutuhkan bacaan yang ringan-ringan. Selain menyalurkan hobi juga menjadi peluang bisnis. Karya tulisan lebih banyak bersifat sastra. Kalaupun ada novel, hanya satu dua. Contohnya Lupus yang masih diingat ceritanya hingga sekarang. Setelah era Lupus, seperti ada jejaring terputus, sehingga dibutuhkan karya sastra yang memenuhi kebutuhan remaja. Saat ini, banyak sekali ditemukan novel remaja dari penulis debutan dan dikeluarkan oleh penerbit yang baru tumbuh. Meskipun ketat, perbandingannya masih jauh dengan jumlah remaja sekarang.

Peluang ini yang bisa dioptimalkan bagi para remaja yang hobi menulis. Kendalanya, penulis remaja selalu terpaku pada ide saja, sehingga apa yang ditulis tidak bisa mewakili remaja di sekitarnya. Seharusnya, keterbukaan terhadap trend serta kebutuhan pembaca menjadi faktor penting. Apalagi ketika ditawarkan penerbit, bukan saja ide penulis tapi kemampuan menjual saat di pasarkan. Membuat novel tidak sekedar menyalurkan hobi menulis, tapi juga pebisnis.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

April 17, 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: