Peluang usaha

Just another WordPress.com weblog

Merubah Keluhan Pelanggan Menjadi Asset Usaha

Berhubungan dengan pelanggan yang marah, akan menyita banyak waktu dan energi. Ini juga menjadi penyebab utama stress dalam bekerja. Untuk dapat menangani kemarahan pelanggan, ada beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan.

Menangani kemarahan dan keluhan pelanggan dengan baik dapat merubahnya menjadi asset bagi kita. Yang patut diingat, mayoritas pelanggan yang menyampaikan keluhan adalah pelanggan yang loyal yang peduli terhadap bisnis kita. Mereka yang mau mengambil waktu untuk menyampaikan keluhan adalah mereka yang mau mempergunakan waktunya untuk memberitahu kita bahwa ada sesuatu yang salah di produk, proses atau komunikasi kita. Pelanggan tersebut telah mengeluarkan usaha untuk mengontak kita dan memberitahu bagaimana produk, proses atau komunikasi kita tidak sesuai dengan harapan mereka.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyampaikan penghargaan bagi mereka yang telah mengontak kita, dan untuk melakukan perbaikan internal. Jika kita mampu menyelesaikan masalah dari satu keluhan pelanggan, mungkin kita juga membantu banyak pelanggan yang lain, termasuk yang tidak mengontak kita pelanggan yang loyal mempercayai bahwa kita mengetahui apa yang salah untuk kemudian membenarkannya. Pelanggan yang loyal memberi kita kesempatan untuk memperbaiki masalah. Jika seorang pelanggan mengeluh, biasanya ada beberapa pelanggan lain yang mengalami masalah serupa. Jika pelanggan yang mengeluh ini marah, itu tandanya mereka kecewa. Bila ada pelanggan lain yang kecewa tetapi tidak mengontak kita, berarti mereka sudah tidak percaya lagi pada kita. Sudah hampir pasti kita akan kehilangan mereka. Tetapi kita masih dapat mempertahankan pelanggan kita yang cukup loyal untuk memberikan kesempatan bagi kita untuk merespons.

Yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah memperbaiki pelanggan kita, lalu perbaiki masalahnya. Prioritas utama adalah mengerti akibat personal dari masalah itu terhadap pelanggan kita. Mungkin kefrustrasian pelanggan kita disebabkan oleh karena dia merasa ditipu, atau hal-hal lain yang merupakan efek samping dari masalah utamanya. Dengarkan baik-baik, untuk menentukan bagaimana cara paling tepat memenuhi kebutuhannya. Setelah kita mengetahui sumber akar permasalahan dari keluhan pelanggan kita, kita dapat melakukan perbaikan-perbaikan agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari.

Inilah kesempatan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan kita secara eksponensial! Jika kita tidak dapat menghilangkan problemnya, setidaknya kita dapat menggunakan pengalaman kita untuk menyiapkan solusi yang memadai bagi pelanggan lain yang mempunyai masalah yang sama. Seperti kata Bill Gates “ Pelanggan anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik anda untuk belajar”.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Maret 31, 2009 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: